Tuesday, September 22, 2009

X-Pedisi Leuser 2009 - Day 7 (Bivak Kaleng - Lapangan Bola 3126dpl)












Hari ini merupakan trek panjang terakhir kami sebelum bisa summit attack ke puncak Loser dan Leuser. Cuaca pagi itu cukup bersahabat. Tujuan pertama kami adalah Pos Bivak Batu (2947dpl). Jalur menuju ke Pos Bivak Batu hampir sama dengan jalur kemarin, menelusuri punggungan yang terbuka, lalu tiba di sebuah lapangan yang cukup luas dengan batu-batu besar dan kecil bertebaran, Pos Bivak Batu.









































Kami beristirahat sejenak di sini lalu kembali masuk ke hutan, jalur menanjak tajam lalu turun dengan tajam pula dan sampailah di sebuah sungai kecil, Krueng Kluet 1. Dari sini kita menanjak tajam lagi, masuk ke dalam hutan, kemudian turun dengan tajam sekali lagi dan menemukan sungai kecil kedua, Krueng Kluet 2. Setelah menanjak lagi, keluar dari hutan dan melintasi padang-padang rumput, sampailah kita di Simpang Tanpa Nama (3197 dpl)










Di Simpang Tanpa Nama ini terdapat sebuah simpang yang menuju ke Puncak Tanpa Nama dan Puncak Syamsudin. Sayangnya baik Mr. Jali maupun Bang Ali dan Bang Dul secara tidak langsung tidak mengijinkan kami untuk mencapai kedua puncak tersebut.
Simpang Tanpa Nama adalah sebuah tanah datar cukup luas yang bisa digunakan untuk bermalam. Kami tiba di sana sekitar jam 4 sore, tapi karena Pos Lapangan Bola (Camp Paya) terletak tidak terlalu jauh lagi, maka kami tetap meneruskan perjalanan.





Jalur menuju Pos Lapangan Bola menanjak namun tidak terlalu curam dan melewati punggungan dengan jurang yang dalam di kiri kanannya dengan view sunset yang menakjubkan sebelum akhirnya sampai ke sebuah padang rumput datar yang sangat luas. Kami menyeberangi padang rumput yang dinamakan Lapangan Bola tersebut, agak sedikit berbelok ke kanan sampai di bawah sebuah bukit dan mendirikan camp sekitar jam 7 malam. Genangan air terdapat di sebelah kanan, tidak jauh dari lokasi camp.






Sunrise di Pos Lapangan Bola